SELAMAT DATANG

BUAT ANAK MUDA YANG PUNYA KARYA DAN SEMANGAT UNTUK MAJU

Senin, 24 Februari 2014

Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (ASWAJA)

Pada saat sekarang ternyata masih ada orang yang belum faham apa itu ahlus sunnah wal jama'ah (ASWAJA) dan bagaimana ahlus sunnah wal jama'ah (ASWAJA).
Kalau membahas secara mendetail apa dan bagaimana itu Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (ASWAJA) memang sangat panjang dan untuk menulisnya membutuhkan banyak waktu,karna itu saya mencoba mencari tulisan mengenai Ahlus Sunnah Wal Jama'ah di beberapa Situs
 Blogger Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dan akhirnya saya menemukannya.
Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (ASWAJA)
Bisa difahami bahwa
 definisi Ahlussunnah wa Al jamaah ada dua bagian yaitu: definisi secara umum dan definisi secara khusus .
* Definisi Aswaja Secara umum adalah : satu kelompok atau golongan yang senantiasa komitmen mengikuti sunnah Nabi SAW. Dan Thoriqoh para shabatnya dalam hal aqidah, amaliyah fisik ( fiqih) dan hakikat ( Tasawwuf dan Akhlaq ) .
* Sedangkan definisi Aswaja secara khusus adalah : Golongan yang mempunyai I’tikad / keyakinan yang searah dengan keyakinan jamaah Asya’iroh dan Maturidiyah.

Pada hakikatnya definisi Aswaja yang secara khusus bukan lain adalah merupakan juz dari definisi yang secara umum, karena pengertian Asya’iroh dan Ahlussunnah adalah golongan yang komitmen berpegang teguh pada ajaran Rasul dan para sahabat dalam hal aqidah. namun penamaan golongan Asya’iroh dengan nama Ahli sunnah Wa Al Jamaah hanyalah skedar memberikan nama juz dengan menggunakan namanya kulli.
Syaih Al Baghdadi dalam kitabnya Al Farqu bainal Firoq mengatakan : pada zaman sekarang kita tidak menemukan satu golongan yang komitmen terhadap ajaran Nabi dan sahabat kecuali golongan Ahlussunnah wal jamaah. Bukan dari golongan Rafidah, khowarij, jahmiyah, najariyah, musbihah,ghulat,khululiyah, Wahabiyah dan yang lainnya. Beliau juga meyebutkan; bahwa elemen Alussunnah waljamaah terdiri dari para Imam ahli fiqih, Ulama’ Hadits, Tafsir, para zuhud sufiyah, ulama’ lughat dan ulama’-ulama’ lain yang berpegang teguh paa aqidah Ahli sunnah wal jamaah.
secara ringkas bisa disimpulkan bahwa Ahlu sunnah wal jamaah adalah semua orang yang berjalan dan selalu menetapkan ajaran Rasulullah SAW dan para sahabat sebagai pijakan hukum baik dalam masalah aqidah, syari’ah dan tasawwuf.
II. Pengertian Sunnah dan ajaran-ajarannya
Kalimat Sunnah secara etimologi adalah Thoriqoh ( jalan ) meskipun tidak mendapatkan ridlo. Sedangan pengertian Sunnah secara terminlogi yaitu nama suatu jalan yang mendapakan ridlo yang telah ditempuh oleh Rasulullah SAW, para khulafa’ al Rosyidin dan Salaf Al Sholihin. Seperti yang telah disabdakan oleh Nabi :
عَلَيكُمْ بِسُنَّتيِ وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ مِنْ بَعْدِي
Ikutilah tindakanku dan tindakan para khlafaurrosyidin setelah wafatku.
Sedangkan pengertian kalimat Jamaah adalah golongan dari orang-orang yang mempunyai keagungan dalam Islam dari kalangan para Sahabat, Tabi’in dan Atba’ Attabi’in dan segenap ulama’ salaf As solihin.
Setiap ajaran yang berdasarkan pada Usul Al syari’ah dan Fur’nya dan pernah dikerjakan oleh para nabi dan Sahabat sudah barang tentu merupakan ajaran yang sesuai dengan aqidah ahli sunnah wa aal jamaah seperti : Shalat
 Tarawih, witir, baca shalawat, ziarah kubur, mendo’akan orang yang sudah mati dll.
III. Definisi Bid’ah
Bid’ah dalam ma’na terminologi ( Syara’) menurut syaih Zaruq dalam kitabnya Iddah Al Marid yaitu semua perkara baru dalam agama yang menyerupai salah satu dari bentuk ajaran agama namun sebenarnya bukan termasuk dari bagian agama, baik dilihat dari sisi bentuknya maupun dari sisi hakikatnya. Dan pekara tersebut berkesan seolah-olah bagian dari jaran Islam seperti : membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan Shalat dengan diiringi alat-alat musik yang diharamkan, keyakinan kaum mu’tazilah, Qodariyah, Syi’ah, termasuk pula paham-paham liberal yang marak akhir-akhir ini. Karena berdasarkan pada Ayat Al-Qur’an :
" وَمَا كَانَ صَلاَتُهُمْ عِنْدَ البَيْتِ الاَّ مُكاَءً وَتَصْدِيَةً " الانفال 35
Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu. QS: Al Anfal 35
Dan Hadits Nabi yang berbunyi:
عن أم المؤمنين أم عبد الله عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :" مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ".
Dari A’isyah RA. Rasulullah bersabda : barang siapa menciptakan hal baru dalam urusanku yang bukan termasuk dari golongan urusanku maka akan tertolak.
HR. Bukhari dan Muslim

Kalimat
أحدث dalam Hadits diatas mengandung pengertian menciptakan dan membuat-buat suatu perkara yang didasari dari hawa nafsu. Sedangkan kalimat أمرنا mengandung suatu pengertian agama dan Syari’at yang telah di Ridlohi oleh Allah SWT.
Rasulullah juga bersabda dalam sebuah Hadits :
وروى مسلم في صحيحه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقول في خُطبَتِهِ : " خَيرُ الحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ, وَخَيرُ الهَدىِ هُدَى مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم, وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلُّ مُحْدَثةٍ بِدعَةٌ, وَكُلُّ بِدعَةٍ ضَلَالَةٌ" ورواه البيهقي وفيه زيادة " وكل ضلالة في النار"
Rosululloh bersabda: “ paling bagusnya Hadits adalah Kitabnya Allah, dan paling bagusnya petunjuk adalah petunjuk Rasulullah SAW, dan paling jeleknya perkara adalah semua perkara yang baru, dan setiap perkara yang baru adalah bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat”. HR. Muslim dan juga diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dengan tambahan kalimat “ setiap perkara sesat menempat dineraka” .

Dari adanya dua Hadits diatas para ulama’ menjelaskan bahwa secara prinsip, bid’ah adalah berubahnya Suatu hukum yang disebabkan karena meyakini suatu perkara yang bukan merupakan bagian dari agama sebagai salah satu bagian dari agama, bukan berarti setiap perkara baru lantas dikategorikan bid’ah, karena banyak hal baru yang sesuai dengan Usul Al Syar’ah dan tidak dikategorikan bid’ah, atau hal-hal baru yang sesuai dengan Furu’ Al Syari’ah yang masih mungkin di tempuh dengan jalan Analogi atau qiyas sehingga tidak termasuk kategori Bid’ah . berarti tidak semua ritual yang baru serta-merta dikategorikan sebagai perbuatan bid’ah seperti ritual tahlil tujuh hari,40 hari dan seratus hari dari kematian mayat, ziarah kubur, tawassul, mendoakan orang mati dll.
Imam Muhmmad Waliyuddin As Syabsiri dalam Syarah Arba’n Nawawi mengupas pengertian Hadits Nabi yang berbunyai :
مَنْ أَحدَثَ حَدَثًا اَوْ آوَى مُحدثًا فَعَليهِ لَعْنَةُ اللهِ
Barang siapa menciptakan perkara baru atau melindungi pencipta perkara baru mak dia berhak mendapatkan laknat Allah.
Hadits tersebut diatas memasukkan berbagai bentuk bentuk bid’ah seper Aqad fasid, memberi hukum tanpa Ilmu, penyelewengan dan semua hal yang tidak sesuai dengan syari’at. Namun apabila perkara baru itu masih sesuai dengan qonun syari’at maka tidak termasuk kategori bid’ah seperti menulis mushaf, meluruskan madzhab, menulis ilmu nahwu ,Khisab dll.
Syaih Izzuddin ibni Abdis Salam menggolongkan perkara baru ( Bid’ah ) menjadi lima hukum yaitu :
1. Bid’ah wajib seperti : mempelajari ilmu nawu, dan lafad-lafad yang ghorib dalam Al-Qur’an dn Hadits dan semua disiplin ilmu yang menjadi perantara untuk memahami syari’at.
2. Bid’ah Haram seperti : Faham Madzhab Qodariah, Jabariah dan Mujassimah.
3. Bid’ah Sunnah Seperti : Mendirikan Pondok, Madrasah dan semua perbuatan baik yang tidak pernah ditemukan pada masa dahulu.
4. Bid’ah Makruh Seperti : Menghias MAsjid dan Al-Qur’an.
5. Bid’ah Mubah seperti : Mushofahah (Jabat tangan) setelah Shalat Subuh dan Ashar dll.
IV. Kriteria penggolongan Bid’ah
Dalam menggolongkan perkara baru yang menimbulkan konsekwensi hukum yang berbeda-beda, Ulama’ telah membuat tiga kriteria dalam persoalan ini .
1. Jika perbuatan itu mempunyai dasar yang kuat berupa dalil-dalil syar’i, baik parsial ( juz’i ) atau umum, maka bukan tergolong bid’ah, dan jika tidak ada dalil yang dibuat sandaran, maka itulah bid’ah yang dilarang.
2. Memperhatikan apa yang menjadi ajaran ulama’ salaf ( Ulama’ pada abad I,II dan III H , jika sudah diajarkan oleh mereka, atau memiliki landasan yang kuat dari ajaran kaidah yang mereka buat, maka perbuatan itu bukan tergolong Bid’ah.
3. Dengan jalan Qiyas. Yakni mengukur perbuatan tersebut dengan beberapa amaliah yang telah ada hukumnya dari Nash Al-Qur’an dan Hadits. Apabila identik dengan perbuatan haram, maka perbuatan baru itu tergolong Bid’ah yang diharamkan. Apabila memiliki kemiripan dengan yang wajib, maka tergolong perbuatan baru yang wajib. Dan begitu seterusnya.
V. Hal-hal baru yang tidak tergolong Bid’ah
Dari pengertian Bid’ah diatas, memberikan suatu natijah atau kesimpulan bahwa ada sebagian amal Bid’ah yang sesuai dengan syari’at dan justru ada yang hukumnya sunnat dan fardlu kifayah. Oleh sebab itu Imam Syafi’i berkata :
" ما أَحْدَثَ وَخَالَفَ كِتَابًا اَو سُنَّةً او إِجمَاعًا او أثرًا فهو البِدْعَةُ الضَّالَّةُ, وَمَا أحْدَثَ مِنَ الخَيرِ وَلَمْ يُخَالِفْ شَيئًا من ذلك فَهُوَ البِدْعَةُ المَحْمُودَةُ "
“ Perkara baru yang tidak sesuai dengan Kitab Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ dan Atsar sahabat termasuk bid’ah yang sesat, dan perkara baru yang bagus dan tidak bertentangan dengan pedoman-pedoman tersebut maka termasuk Bid’ah yang terpuji “
1. Ziarah kubur.
Tidak diragukan sama sekali, bahwa hukum berziarah ke makam kerabat atau auliya’ adalah sunnah, dan hal ini telah disepakati oleh semua ulama’. Terdapat banyak Hadits yang menjelaskan kesunnahan ziarah kubur, diantaranya adalah :
عن بريدة قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " قَدْ كُنْتُ نَهَيتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمدٍ فيِ زِيَارةِ قَبرِ أُمِّهِ فَزُورُهَا فإنَّهَا تُذَكِّرُ الآخرةَ. رواه الترمذي
“ dari Buraidah. Ia berkata: Rasulullah SAW bersabda “ saya pernah melarang kamu berziarah kubur, tetapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah kemakam ibunya. Maka sekarang berziarahlah ! karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu pada akhirat. HR. Al Thirmidzi
Ziarah kubur juga sunnah mu'akkad dilakukan di makam Rasulullah SAW dan juga makam para nabi yang lain, bahkan ada sebagian ulama' yang mewajibkan ziarah kubur kemakam Rasulullah SAW bagi orang yang mendatangi kota madinah. Namun sebaiknya ketika seseorang hendak melakukan ziarah ke makam Rosul hendaklah niat ziarah ke masjid Nabawi dan setelah itu baru melaksanakan ziarah ke makam Rosul dengan cara mengucapakan kalimat "
السَّلاَمُ عَلَيكَ يَا رَسُولَ الله " dengan sura pelan dan penuh tata karma. Tersebut dalam sebuah Hadits:
مَنْ زَارَنِي بَعْدَ مَمَاتِي فَكَأَنَّمَا زَارَنِي فِي حَيَاتِي } رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِيُّ ، وَابْنُ مَاجَهْ ،}
Barang siapa berziarah padaku setelah wafatku, maka seakan akan dia berziarah padaku pada masa hidupku
مَنْ زَارَ قَبْرِي وَجَبَتْ لهُ شَفَاعَتِي عن ابن عمر رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :"Dari Ibnu Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah bersabda : barang siapa berziarah kemakamku, maka pasti akan mendapatkan Syafa'at ( pertolongan ) ku" HR. Al Thobroni
2.Tawassul.
Kalimat Tawassul secara bahasa adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Wasilah artinya adalah sesuatu yang dijadikan Allah SWT. Sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan pintu menuju kebutuhan yang diinginkan. Allah SWT berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
QS: Al Maidah : 35
Dengan demikian, tawassul tidak lebih dari sekedar upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, sedangkan wasilah adalah sebagai media dalam usaha tersebut. Tujuan utamanya tidak lain adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, tidak ada sedikitpun keyakinan menyekutukan Allah SWT.( Syirik ).

Kebolehan Tawassul juga telah disebutkan oleh Nabi dalam Haditsnya :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ," تَوَسَّلُوا بِي وَبِأَهْلِ بَيتيِ الىَ اللهِ فإنَّهُ لَا يُرَدُّ مُتَوَسِّلٌ بِنَا"
" Rasulullah SAW bersabda : Bertawassullah kalian dengan aku dan dengan para keluargaku, sesungguhnya orang yang bertawassul dengan aku tidak akan ditolak"( HR.Ibnu Hibban )
3. Tabarruk ( Mencari Berkah )
Secara Etimologi kata berkah berarti tambah, berkembang. Selanjutnya kata barokah digunakan dalam pengertian bertambahnya kebaikan dan kenuliyaan. Jadi Barokah adalah rahasia dan pemberian Allah SWT yang dengannya akan bertambah amal- amal kebaikan., mengabulkan keinginan, menolak kejahatan dan membuka pintu menuju kebaikan dengan anugrah Allah SWT. Dari pengertian ini barokah adalah bagian dari rahmat dan anugerah Allah SWT. Allah SWT berfirman :
وَجَعَلَنيِ مُبَارَكًا أَيْنَمَا كُنْتَ. مريم 31
" Dan dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada " QS : maryam 31
"رَحَمْةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيكُم أَهلَ البَيتِ "هود 73
" Rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait !
Para ulama' telah banyak membicarakan hukum mengambil barokah, dan berkesimpulan bahwa mengambil barokah dari orang , tempat atau benda hukumnya adalah boleh dengan syarat tidak dilakukan dengan cara-cara yang menyimpang syari'at Allah SWT.
Berikut adalah dalil-dalil kebolehan mengambil berkah :
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آَيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آَلُ مُوسَى وَآَلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ. البقرة 248
Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.QS: Al-Baqarah 248
عن ابن جدعان: قال ثابت لأنس رضي الله عنه : أَمَسَسْتَ النبيَ صلى الله عليه وسلم قال نَعَمْ فَقَبَّلَهَا . رواه البخاري
" Dari Ibnu Jad'an, berkata Tsabit kepada Anas ra : Apakah tanganmu pernah menyentuh Nabi SAW ? Anas menjawab : ya, maka Tsabit menciumnya ". HR. Bukhori
Diriwayatkan oleh Al Khotib dari Ali dari Maimun, berkata : aku mendengar Imam Syafi'I berkata : " sesungguhnya aku mengambil barokah dari Abu Khanifah dan aku mendatangi makamnya setiap hari, maka jika aku mempunyai hajat, aku shalat dua rakaat dan mendatangi makam Abu Hanifah lalu berdo'a meminta kepada Allah SWT. Tidak lama kemudian hajatku terpenuhi".
Kesimpulannya, mengambil barokah dari orang-orang yang shaleh adalah perbuatan yang terpuji. Apa yang dilakukan oleh para sahabat Nabi serta pengukuhan dari Rasulullah SAW cukup untuk dijadikan sebagai dalil.

4. Selamatan & Berdo'a untuk orang mati
Ritual mendoakan orang mati sudah biasa dilakukan bahkan sudah menjadi adat orang jawa setiap kali ada salah satu keluarga yang meninggal mereka mengadakan selamatan dihari ke-7 atau ke-40 dari kematian keluarganya dengan mengundang tetangga setempat dan dimintai bantuan untuk membaca surat Yasin, Tahlil dan berdo'a untuk mayat.
Hal tersebut diatas diperbolehkan menurut Syari'at, bahkan bagian dari amal ibadah yang pahalanya bisa sampai kepada yang meninggal. Bukankah bacaan Al-Qur'an, Tahlil dan bersedekah, menyajikan suguhan untuk para tamu adalah bagian dari amal Ibadah. Dalam sebuah Hadits dinyatakan :
عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه, أَنَّ النَبِيَّ صلى عليه وسلم سُئِلَ فقال السَائِلُ يا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّا نَتَصَدَّقُ عَنْ مَوتَانَا وَنَحُجُّ عَنهُمْ وَنَدْعُو لَهُمْ هَلْ يَصِلُ ذَلِكَ إِلَيْهِمْ ؟ قَالَ : نَعَمْ إنَّهُ لَيَصِلُ إِلَيْهِمْ وَإِنَّهُمْ لَيَفْرَحُونَ بِهِ كَمَا يَفْرَحُ أَحَدُكُمْ بالطَّبْقِ إذاَ أُهْدِيَ إِلَيْهِمْ. رواه ابو حفص العكبري
Dari Anas ra. Sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya seseorang: " wahai Rasulullah SAW, kami bersedekah dan berhaji yang pahalanya kami peruntukkan orang-orang kami yang telah meninggal dunia dan kami berdoa untuk merek, apakah pahalanya sampai pada mereka ? Rasulullah SAW menjawab : Iya, pahalanya betul-betul sampai kepada mereka dan mereka sangat merasa gembira sebagaimana kalian gembira apabila menerima hadiah. HR. Abu Khafs Al Akbari.
VI. Sekilas Pembaharuan Agama
Ketika keintelektualan lebih mengedepankan nafsu serta semangat yang menggebu-gebu dengan dalih memurnikan agama tanpa disertai dengan pemahaman agama secara benar, maka yang terjadi justru pembaharuan- pembaharuan yang menyimpang dari ajaran yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. pada pembahasan ini akan mengetengahkan pembaharu-pembaharu ( Mujaddid) Islam yang telah melakukan banyak penyimpangan dari ajaran Islam yang murni.
1. Faham Ibnu Taimiyah
Di akhir masa 600 H, muncullah seorang laki-laki yang jenius yang telah banyak menguasai berbagai jenis disiplin ilmu, dialah Taqiyuddin ahmad bin Abdul Hakim yang dikenal dengan nama Ibnu Taimiyah. Ia dilahirkan di desa Heran, sebuah desa kecil di Palestina. Ia hidup sezaman dengan Imam Nawawi salah satu ulama; terbesar madzhab Syafi'i.
Ia merupakan sosok pribadi yang memiliki karakter pemberani, yang selalu mencurahkan segala sesuatu untuk madzhabnya, dengan keberanian yang ia miliki, ia telah menemukan hal baru yang sangat tabu dan jauh dari kebenaran, karena yang menjadi dasar pendiriannya ialah mengartikan ayat-ayat dan hadits-hadits nabi Muhammad yang berkaitan dengan sifat-sifat tuhan menurut arti lafadznya yang dlohir, yakni hanya secara harfiyah saja, oleh sebab itu menurut Ibnu Taimiyah " Tuhan itu memiliki muka, tangan, rusuk dan mata, duduk bersila, dating dan pergi, tuhan adalah cahaya langit dan bumi karena katanya semua itu disebut dalam Al Qur'an".
Kontroversi yang ia ucapkan tidak hanya terbatas pada permasalahan ilmu kalam, melainkan juga menyinggung beberapa permasalahan ilmu fiqih :
* Bepergian dengan tujuan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW setelah beliau wafat hukumnya maksiat
* Talak tiga tidak terjadi ketika diucapkan dengan sekaligus ( hanya jatuh satu )
* Seorang yang bersumpah akan mencerai istrinya , lalu ia melanggar sumpahnya, maka perceraian itu tidak terjadi.
2. Faham Wahabi
Pada pertengahan kurun ke 12 muncul seorang yang bernama Muhammad bin Abdul Wahab yang berdomisili di Najd yang termasuk kawasan Hijaz, ia dilahirkan pada tahun 1111 H, dan meninggal pada tahun 1207 H. pada mulanya ia memperdalam ilmu agama dari ulama'-ulama; ahli sunnah di makkah dan madinah termasuk diantaranya adalah syaih Muhammad Sulaiman Al Kurdi dan syaih Muhammad Hayyan Assindi, diantara guru yang pernah mengajarkan ilmu kepadanya, jauh sebelum ia membuat pergerakan telah berfirasat kalau disuatu hari nanti ia tergolong orang yang sesat dan menyesatkan, itupun akhirnya menjadi kenyataan, firasat ini juga dirasakan oleh ayah dan saudaranya ( Syeh Sulaiman ).
Muhammad bin Abdul Wahab pada masa mudanya banyak membaca buku-buku karangan Ibnu Taimiyah dan pemuka-pemuka lain yang sesat, sehingga ahirnya membangun faham Wahabiyah yang terpusat ditanah Hijaz sebagai penerus tongkat estafet dari ajaran Ibnu Taimiyah, bahkan lebih extrim dan radikal daripada Ibnu Taimiyah sendiri, sebab ia sangat mudah memberikan label kafir kepada setiap orang yang tidak mau mengikuti fahamnya. Langkah yang ia tempuh dalam mengembangkan fahamnya ialah dengan memberikan tambahan- tambahan baru dari ajaran Ibnu Taimiyah yang semula dianutnya.
* Poin-poin dasar faham wahabiyah
1. Allah adalah suatu jisim yang memiliki wajah, tangan dan menempat sebagaimana mahluq juga sesekali naik dan turun ke bumi.
2. Mengedapankan dalil Naqli daripada dalil aqli serta tidak memberikan ruang sedikitpun pada akal dalam hal-hal yang berkenaan dengan agama ( keyakinan)
3. Mengingkari Ijma' ( Konsensus )
4. Menolak Qiyas ( Analogi )
5. Tidak memperbolehkan Taqlid kepada Ulama' Mujtahidin dan mengkufurkan kepada siapapun yang taqlid kepada mereka
6. Mengkufurkan kepada ummat Islam yang tidak sefaham dengan ajarannya
7. Melarang keras bertawassul kepada Allah melalui perantara para Naabi, Auliya' dan orang- orang sholeh
8. Memvonis kafir kepada orang yang bersumpah dengan menyebut nama selain Allah
9. menghukumi kafir kepada siapa saja yang bernadzar untuk selain Allah.
10. Menghukumi kafir kepada secara muthlak kepada siapapun yang menyembelih disisi makam para nabi atau orang-orang Sholeh.

Perkembangan ajaran Wahabiyah yang disinyalir melalui cendekiawan-cendekiawan pada akhirnya juga sampai di tanah air kita Indonesia, hal ini diawali dengan maraknya pergerakan-pergerakan diawal abad ke-20 yang bertopeng keagamaan.
Diawali dengan terbentuknya organisasi Wathoniyah pada tahun 1908 M. kemudian disusul organisasi Serikat Islam pada tahun yang sama, hanya saja berkecimpung dalam masalah perdagangan. Dan puncaknya dibentuklah sebuah ormas pada tanggal 18 Desember 1912 oleh seorang cendekiawan yang berfaham Wahabi, kendati organisasi ini lebih berorientasi pada masalah social keagamaan, namun kelahirannya dibumi pertiwi ini menyebabkan keretakan diantara Muslim Indonesia yang pada umumnya berhaluan faham Ahli Sunnah Wal jamaah,
Propaganda yang dilakukan oleh cendekiawan wahabi ialah dengan melakukan pendekatan pada masyarakat awam, setelah terpedaya kemudian mereka mengeluarkan trik-trik baru yang justru lebih berbahaya dampaknya, yaitu dengan menanamkan benih-benih permusuhan dan rasa sentiment pada para ulama' salaf dan golongan yang tidak sefaham dengan mereka.
3. Faham Ahmadiyah
Pendiri golongan ini bernama Mirza Ghulam Ahmad, ia dilahirkan didesa Qodliyan Punjab Pakistan pada tahun 1836 M. dia tidak hanya mengaku sebagai imam Mahdi yang ditunggu, Mujaddid dan juru selamat,tetapi stelah ia berumur 54 tahun ia memproklamirkan diri sebagai nabi yang paling akhir sesudah nabi Muhammad SAW dan benar-benar mendapatkan wahyu dari Allah SWT.
 Poin-Poin faham Ahmadiyah yang menyimpang dari Syari'at
§
1. Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi terahir
2. Mirza Ghulam Ahmad adalah Isa yang dijanjikan.
3. Syari'at Islam belum sempurna, tetapi disempurnakan oleh Syari'at Mirza Ghulam Ahmad.
4. Jaringan Islam Liberal
Belakangan ini gegap gempita pemikiran dan aliran yang muncul dikalangan Islam di Indonesia begitu deras, sehingga berimplikasi pada sebuah kebebasan yang seakan tak terbatas. Disana-sini bermunculan aliran dan sekte-sekte, termasuk salah satunya adalah Jaringan Islam Liberal ( JIL ).
Sebagai komunitas yang berslogan " Menuju Islam yang ramah, toleran dan membebaskan " JIL hadir layaknya sebuah alternatif yang begitu intelektual dan cerdas. Mereka begitu Ofensif sehingga berhasil menciptakan jaringan dengan tidak kurang dari 51 koran dan membuat radio 68 Hyang beberapa acaranya dipancarluaskan oleh jaringan KBR 68 H diseluruh Indonesia. Maka tak heran apabila pemikiran-pemikirannya begitu kuat mempengaruhi ummat.
Madzhab liberal merupakan aliran pemikiran Islam Indonesia yang menekankan pada kebebasan berfikir dan tidak lagi terikat dengan madzhab-madzhab pemikiran keagamaan ( terutama Islam ) pada umumnya, melampaui batas-batas cara berpikir sectarian organisasi dan politik. Bagi Madzhab liberal, yang paling penting adalah perlunya tradisi kritis dan perlunya Dekonstruksi atas pemahaman lama yang telah berkembang ratusan tahun. Islam seharusnya difahami secara modern dan rasional, karena Islam merupakan agama yang rasional dan mengutamakan rasionalitas yang dalam bentuk konkritnya berupa Ijtihad. Islam harus dipahami secara kontekstual, progressif dan emansipatoris. Dengan pemahaman seperti ini maka Islam akan mengalami kemajuan, bukannya kemunduran.
VII. Metode Pembentengan Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jamaah
Dalam membentengi aqidah Ahlus Sunnah wal jamaah agar tetap eksis dan menjadi panutan masyarakat, tentunya perlu diterapkan metode yang jitu dan tidak terkesan radikal. Upaya penyampaian tentang pentingnya mempertahankan aqidah ahli sunnah wal jamaah bisa ditempuh dengan berbagai macam cara, seperti memberikan pemahaman yang mendalam tentang hakikat aswaja dan bahayanya mengikuti faham- faham sesat yang banyak bermunculan melalui pertemuan- pertemuan khusus atau melalui majelis Dzikir, ketika Masyarakat berkumpul di Masjid untuk melaksanakan Shalat atau pengajian dan berbagai moment keagamaan lainnya.
Islam mengajarkan pada penganutnya untuk berda'wah dan mengajak sesama menuju kejalan yang benar dengan cara-cara yang terpuji, hal itu telah diuraikan dalam Al-Qur'an dan Hadits. Seperti halnya ajaran tentang mengajak masuk Islam dengan hikmah atau dalil dan hujjah juga dengan mau'idlah yang ada dalam ayat Al-Qur'an, dan hal itu tentu harus dengan menggunakan adab dan tata karma yang baik. Karena agama Islam identik dengan nasihat yang halus dan jauh dari kekerasan.
Banyak media yang bisa kita gunakan untuk menyampaikan nilai-nilai Aswaja kepada masyarakat luas yang selama ini masih minim dipraktekkan sebab kurangnya rasa peduli dari para nahdliyin.
 Pengoptimalan Fungsi Masjid
§
Sebenarnya fungsi asal dibangunnya masjid selain untuk shalat seperti yang telah dijelaskan oleh Imam Samarqondi adalah sebagai tempat untuk Dzikir, Takbir, Tahlil, Menyiarkan Islam dan menjauhkan dari perbuatan syirik. Oleh sebab itu sudah saatnya para Ta'mir masjid dan pemuka agama mengaplikasikan fungsi- fungsi tersebut dengan mengadakan Khalaqah diwaktu-waktu tertentu untuk menyampaikan nilai-nilai faham Aswaja dengan tujuan menyelamatkan masyarakat dari pengaruh faham yang sesat dan menyesatkan.
Oleh karenanya pengoptimalan fungsi masjid dengan cara digunakan sebagai media penyampaian aqidah yang tegak sangat mutlaq diperlukan dizaman sekarang, mengingat bahayanya faham-faham baru yang berkedok Islam namun jauh melenceng dari nilai-nilai Islam secara sempurna.
Apabila upaya pengoptimalan tersebut telah kita lakukan, sedikit banyak masyarakat akan faham tentang Aswaja dan bahaya akiran-aliran sesat. Dan masjid yang kita miliki semakin tampak manfaat dan fungsi-fungsinya. Jangan sampai Masjid yang kita rawat dan kita tempati sehari-hari diambil alih oleh golongan- golongan yang tidak bertanggung jawab seperti yang telah diberitakan dalam sebuah situs NU Online yaitu :
Kehidupan beragama di Indonesia semakin tidak aman. Sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam telah serampangan mengambil alih masjid-masjid milik warga (Nahdlatul Ulama) NU dengan alasan bid’ah dan beraliran sesat.
Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an :
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ. النحل 125
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. "QS: An Nahl 125
فَقُولاَ لَهُ قَوْلاً لَّيّناً لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى طه : 44 
maka berbicaralah kamu berdua ( Musa dan Harun ) kepadanya( Fir'aun ) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut." QS : Thaha 44
وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسْنًا البقرة 83
serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia." QS : Al Baqarah 83
Ayat-ayat diatas menjelaskan pada Ummat Islam bahwa ajakan menuju jalan Allah yang oleh ulama' ditafsiri dengan Agama Islam harus dengan menggunakan Hikmah, dan hikmah yang dimaksud dalam ayat tersebut diatas oleh ulama ditafsiri dengan burhan (dalil) atau hujjah, Allah juga memerintahkan untuk mengajak dengan Mau'idlah atau peringatan yang bagus.
Dalam surat Thaha diatas Allah memerintahkan pada nabi Musa dan Harus AS. Untuk bertutur kata yang halus kepada Fir'aun, agar Fir'aun bisa sadar atau takut kepada Allah. Sampai selentur itu ajaran Allah untuk berda'wah, padahal kita ketahui bersama bagaimana kekejaman dan kerasnya fir'aun dalam menentang agama Allah SWT. Demikian 
Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (ASWAJA) Semoga Postingan Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (ASWAJA) ini bisa memberikan penjelasan yang bermanfaat buat kita semua AMIN.

Selasa, 24 Desember 2013

FALSAFAH HIDUP Falsafah hidup adalah kesatuan nilai-nilai yang menurut manusia pemiliknya paling agung yang jika diwujudkan ia yakin akan memperoleh kebahagiaan. Falsafah hidup sering juga disebut prinsip hidup, dalam pengertian prinsip yang dijadikan pedoman hidup oleh manusia pemiliknya. Falsafah hidup tersusun dan merupakan hasil kerja simultan antara hatinurani, akal, budi, dan naluri sepanjang hidup manusia. Karenanya, falsafah hidup terbentuk dan terus berkembang berdasarkan rangkaian pendidikan dan pengalaman hidup dari manusia pemiliknya. Falsafah hidup bersifat dinamis, dapat berubah secara alamiah seiring dengan perkembangan pendidikan dan pengalaman hidup manusianya. Seseorang yang tadinya menentang korupsi, ketika terpilih menjadi anggota dewan, pengalamannya menunjukkan bahwa semua kolega melakukan korupsi. Terdapat dua kemungkinan terhadap anggota dewan itu: ia tetap setia pada falsafah hidup yang menentang korupsi, atau justeru menyusun falsafah hidup baru: menghalalkan korupsi. Semua pilihan tergantung kepada hatinurani, akal, budi, dan nalurinya. Proses ini bersifat dinamis, interaktif, saling mempengaruhi secara bersinambungan: hatinurani, akal, budi dan naluri mempengaruhi kerja falsafah hidup. Pada gilirannya, falsafah hidup akan menentukan arah kerja akal, budi, dan naluri manusia pemiliknya. Demikian seterusnya sepanjang hidup manusia pemiliknya, baru berhenti pada akhir kesadarannya. Berdasarkan falsafah hidup, manusia menurunkan konsepsi kebahagiaan.

Senin, 11 November 2013

KUMPULAN LAGU LAGU MARAWIS



ANNABI
Annabi sollu’alaih solawatullohi’alaih
Wayana lul barokah kulluman sholla’alaih

Annabi yaa hadiriin I’lamu ‘ilmalyaqiin
Annarobbal’alamiin afrodo solla’alaih

Annabi yaa manhador  annabi khoirul bahor
 Wadana lahul qomar wannadza salam ‘alaih

Annabi dzakal ‘aruz dzikruhu yuhyinnufus
Annasooro wal majuus aslamuu bainaa yadaii

Alhasan tsummal hsaiin annabii kurrotul’aiin
Nurruhum kal kaukabain jadduhum solaa’alaih







SUFNA

Syufa ‘uyuunak jamallunak halluna nahdor
gawwa munaa walau’uro walauna bilmaal…2x
bilmaal zarhaa towiil ‘alaa ‘albii nii
hallunii lithowiil halluni hahdoor
zarhaa towiil ‘alaa ‘albii nii
hallunii lithowiil halluni hahdoor

Ailele le le ‘ainalee ‘ainalee ‘ainalee 4x

Miskin ba’id lammasakid lan hubbak dho’if
do’if ibba ‘ala ‘albi wala ‘albu al biskiid…2x
oh..sufna ‘albithool danadan miswaa
dhoribdo sulsolwafil ‘at alnii
Oh… sufna al witholl danadal miswaa
doribdoo susol wafil at’alnii
sufna al witholl danadal miswaa
doribdoo susol wafil at’alnii

Ailele le le ‘ainalee ‘ainalee ‘ainalee 4x



ISYFA' LANA
Ya Rasulullah, Ya Ya Nabi,Laka Syafa'ah, Wa Hadza Mathlaby.. Antal Murtaja Yaumaz Ziham,Isyafa' Lana Lana Lana, YaHabibana,..Laka Syafa'ah Ya Rasulallah...Ya Rasulallah, Ya Ya Nabi..Laka Syafa'ah Wa Hadza Mathlaby... Antal Murtaja Yaumaz Ziham,Isyafa' Lana Lana Lana, YaHabibana,..Laka Syafa
ah Ya Rasulallah...
Ludna Bika Ya..YA..Ya Habibu...Antan Lil Kholbi Ya Ya Thobibu...(2x)
Isyfa' Lana Lana Ya HabibanaLaka Syafa'ah Ya Rasulallah..Ya Rasulallah, Ya Ya Nabi..Laka Syafa'ah, Wa Hadza Mathlaby.. Antal Murtaja Yaumaz Ziham,Isyafa' Lana Lana Lana, YaHabibana...Laka Syafa'ah Ya Rasulallah...
Ji'talil Baroya, Bisyair'il Mubin,Tansyurul Hidayah, Bainal 'Alamin(2x)
Isyfa' Lana Lana Lana Ya HabibanaLaka Syafa'ah Ya Rasulullah...Ya Rasulullah Ya Ya Nabi..Laka Syafa'ah, Wa Hadza Mathlaby... Antal Murtaja Yaumaz Ziham,Isyafa' Lana Lana Lana, YaHabibana,..Laka Syafaah Ya Rasulallah...

WAHDANA
Wahdanaaaa dann… daa… naa…
wah danaa daaaan… wahdanaa daan.. daa… daa… naa…
Addif’alaina laa yalill zamiilah
bainal qomar walhudu walhudu dil asliah
walghomi walhana asfan zamiilah
syaro’fu addi waa ansaa bihaa farhaan
Reff…
Wahdanaa dan danaa wahdaa na daa naa
Wahh danaa dann danaa wahdana dan dana wahdan 3x
Syubbil assad maya daliffadlillah
mimma wa’aa ma famayuu hasyii lill fadlillah
yugh yii syfaa linaffusil ‘aliilah
yaa bahtii binnalaa min humalaa finjaa
Ba’dal wayya finna fiihaa ruwayya
ukhyuu ruzaim wakullina’ya’rifuu dafillah
zamillah haj riwal labil habiilaah
wayyus rii lillahii farissinal furjaa


NAWARTI AYYAMI
Nawwari ayyami… rogoti akh laami…  Gayyartilo.. whuto.. wasyakil..    il hayaa…
Allah allah allah allah yaa allah
Allah allah allah allah hoo…
Allah gab’ainak fa’iini     (habibi)
Allah gamma bainak wubaini  (habibi)
Nawwari ayyami… rogoti akh laami… 
Gayyartilo.. whuto.. wasyakil..     il hayaa…
Allah allah allah allah yaa allah
Allah allah allah allah hoo…
Allah laifaramala yyiba’idmala
Yahharrim naa yaummim ba’dimaa
Allah gamma nassawa ‘amaa rilhawa
Yigrif’uruu waudamminaa
...Sufunnakin wabainnafin…    inta’wanaa…
Allah allah allah allah yaa allah
Allah allah allah allah hoo…
Ba’di kulli umrida hubbak nada
Gayyar talill ‘aisik hiti
iIntamim wishtil bashor kadzaa bil’ador
Tid khul hayaati dunyatii
...Winna harda umribas…   umribtadaa…

بُشـرَ لَــنَا

بُشـرَ لَــنَا نِلنَــا المُنَــى   زَالَ العَنَــاوَافَى الهَــنَا

وَالدَّ هرُ اَنجَـز وَعدَهُ   وَالبِشــرُ اَضـحى مُعلَـــنَا

يَا نَفسُ طِيبِـى بِا للِّقَا   يَا عَينُ قَــــرِّى اَعيُنَــــا

هَــذَا جَمَــالُ المُصطَفى   اَنوَارُهُ لاَ حَـــت لَنَــــا

يَا طَيبَة مَاذَا نَقُــول    وَفِيكِ قَد حَلَّ الرَّسُـــول

وَكُلُّنَـــانَرجُو الوُصُول    لِمُحَـــــــمَّدٍ نَبِيِّنَا

يَا رَوضَةَ الهَادِى الشّفِيع   وَصَاحِبَيهِ وَالبَقيع

اُكتُب لَنَــا نَحنُ الجَمِيع     زِيَارَةً لِحَبِيبِنَا


SYUFAK
intana sufak ya kamil wan sufak
kulli mata kuli bathis mah zurufak
ansana dunya min sa'a mansufak
matamata kuli ya siril madhami

kuli mata kuli bata'tif wu tadi
ya kif ahlami wa agla munyati
ya sif bahibbak akur min hayati
kuli mata kuli ya siril madhamir

kuntu fi uyuni manaituh bi nuroh
waikal dakahtuh tarobkah huduroh
wafdil ana hair bihadroh mituroh
kuli mata kuli ya siril mahamir

bahsuna ahdi winta fi ahdawa
hubbi lak baki mahma olak soda
bahwak ya ruhi fi ghurbak wa bu'dak
kuli maa kuli ya siril madhamir

Ya habibi...

Inta dunya killi shoni wallah shaiba’yuni
Ya habibi… ya habibi… 2x
Ya umri hayati milli ghairak int
Tadkhud kil akhyati ghalli mahma kint
Ya umri kil hubbi

Ya habibi galbu killah bastahil umri killah
Ya habibi… ya habibi… 2x


Ya ruhi wa uyuni kil umri yiftag
Inta dhya’uyuni yikhfi bissithath
Ya umri kil hubbi

Rahat umri inta galbi, galbak sakin galbi
Ya habibi… ya habibi… 2x

Ya ghali … ya ghali milli ghairak int
Ya hilmi ukhyali mabi ghairak int
Ya umri kil hubbi.

Mayjuz ila mayjuz
Tahrim win min hubak

Ghalbak li gairi fuus

Walam qila ghalbak 2X

Syala la la laa laa

Yaa habibi la mayjuz 2X

Hubbak minal awal

Milki ana wa’di

Ghairiaaita hawaal

Wayan kibit hubbik 2X

Syalis…

Syalis tujab lafshor

Lawwit ta’adibini

Wafi hiyal mu’door

Wabijanika limni 2X

Syala la la laa laa

Yaa habibi la mayjuz 2X

Ghalbak lafi ghalbi

Kanak tikalimni

Wadkulana hibaak

Is jabnashshodiqni 2X


صَلاَةٌ بِالسَّلاَمِ المُبِينِ     لِنُقطَةِ التَّعيِينِ يَاغَرَامِى
Sholatum bissalamil mubiini      linuqtotitta’yiini ya ghoromi
Shalawat serta salam sesungguhnya untuk yang terkhusus, wahai Rinduku…

نَبِيٌّ كَانَ اصلَ التَّكوِينِ     مِن عَهدِ كُن فَيَكُون يَاغَرَامِي
Nabiyyun kana ashlattakwiini            min ‘ahdikun fayakun ya ghoromi
Sang Nabi, awal penciptaan sejak masa Kun fa yakun, wahai Rinduku…

اَيَّامَن جَاءَنَا حَقًّا نَذِيرِ     مُغِيثًامُسبِلا سُبُلَ الرَّشَادِ
Ayyaman ja ana haqqon nadziri       mughiitsam musbilan subularrosyaadi
Wahai engkau yang telah datang kepada kami membawa sebenar peringatan, penolong serta penunjuk jalan kebenaran…

رَسُولُ اللهِ يَاضَاوِي الجَبِينِ     وَيَامَن جَاءَ بِالحَقِّ المُبِينِ
Rasulullahiya dhowil jabiini      wa ya man ja a bil haqqil mubiini
Wahai Rasulullah yang dahinya bercahaya…Wahai yang datang dengan kebenaran yang terang…

صَلاَةُ لَم تَزَل تُتلى عَلَيكَ     كَمِعطَرِ النِّسِيمِ تُهدى الَيك
sholatullamtazal tutla alaika         kami’thorinnasiimi tuhda ilaika
Shalawat senantiasa tercurah atasmu bagaikan angin wewangian yang dihadiahkan kepadamu…

YA RASULALLAH
Ya Rasulallah  ... ya habiballah ...
ya Rasulallah ... ya Habiballah...
Muhammad ibni Abdillah   4x

Muhammad kula ya robbi
Su'ali ummatin ba'di
Muhammad kula ya robbi
Su'ali ummatin ba'di
Wasammi uminat zambi
Wagofar ya dzunu balloh
Wasammi uminat zambi
Wagofar ya dzunu balloh....

Muhammad ibni Abdillah
Waya gori kita billah
Muhammad ibni Abdillah waya gori kita billah
'alaika hubbatul qodro
tujahit fi sabilillah
'alaika hubbatul qodro
tujahit fi sabilillah .....
Marhabibi salam
Marhabibi salam....
Wahuwa layassalam..
Ahlan ahlan ya habibi gufila salam...
*Hidup tanpa cinta,, bagai taman tak berbunga
Hai begitulah kata anak marawis...
Hai begitulah kata para pujangga...
Lalalalala.lalalalalala..... lalalalalalalala....2x
Duhai ayah ibu tercinta. Tolog dengarkan permintaan ku
Bukankah aku sudah dewasa. Tolong segera kawinkan aku..*
Kucinglah kurus diatas dahan. Jatuh terhempas tertiup angin
Badanku kurus ban tak makan, kurus karen kepengen kawin...*
Buah kelapa pohonnya tinggi. Jangan di petik di siang hari...
Entah siapa jodohku nanti, sampai sekarang masih ku nanti...*


Pantun-pantun
Pohonlah salam bercabang dua
Pohonlah padi banyak anaknya
Kirimkan salam pada mertua
Kalaulah jadi sama anaknya
Mancinglah gabus kailnya tuju
Ditambah satu jadi delapan
Kalaulah abang sudah setuju
Lamarlah adik di bulan  depan
Jalan-jalan jangan diseret
Kalau diseret banyak debunya
Jadi perawan jangan cerewet
Kalau cerewet lama lakunya...

shalatuminallah
shalatuminallah
wa alfa salaam
alaal mushathafaahmad
Syari fil maqaam
shalatuminallah
wa alfa salaam
alaal mushathafaahmad
Syari fil maqaam

salaamun salaamun
kamiskil khitaam
Alaikum uhay ba banaa
yaa kiraam
salaamun salaamun
kamiskil khitaam
Alaikum uhay ba banaa
yaa kiraam

Wa man zikruhum
Unsunaa fidzalaam
wa nuurun lanaa
baynahaadzal anaam

Ya badrotim, Ya badrotim
Haza kulla kamali
Maza yu’ab, maza yu’ab
Yu’abiru ‘an ‘ulaka maqoli
Antalladzi asyroqta fi ufuqil ‘ula
Antalladzi asyroqta fi ufuqil ‘ula
Famahauta bilanwari kulla dholali

Ya badrotim, Ya badrotim
Haza kulla kamali
Maza yu’ab, maza yu’ab
Yu’abiru ‘an ‘ulaka maqoli
Wabikastanarol kaunu ya ‘alamal huda
Binnuri wal in’ami wal ifdholi

Ya badrotim, Ya badrotim
Haza kulla kamali
Maza yu’ab, maza yu’ab
Yu’abiru ‘an ‘ulaka maqoli
Solla ‘alaikallahu robbi, robbi daiman
Solla ‘alaikallahu robbi, robbi daiman
Abada ma’al ibkari wal asoli

Ya badrotim, Ya badrotim
Haza kulla kamali
Maza yu’ab, maza yu’ab
Yu’abiru ‘an ‘ulaka maqoli
Wa’ala jami’iel ‘ali wal ashabi man
Qod khossohum robbul ‘ula bikamali

Ya badrotim, Ya badrotim
Haza kulla kamali
Maza yu’ab, maza yu’ab
Yu’abiru ‘an ‘ulaka maqoli

Lirik Ya badrotim dalam Bahasa Arab

يا بدر تم
يا بدر تم حاز كلّ كمل ¤ ماذايعبّر عن علا ك مقالى
انت الّذى اشرقت فى افق العلى ¤ فمحوت بالانواركل ضلال
وبك استنارالكون ياعلم الهدى ¤ بالنّوروالانعاموالافضال
صلى عليك الله ربى دائما ¤ ابدامع الابكاروالاصال
وعلى جميع الال والاصحاب من ¤ قد خصهم رب العلا بكمال
Magadir Magadir Ya Ghalbil Ala Magadir

Magadir Magadir Ya Ghalbil Ala Magadir

Magadir Witsumbil Ala Magadir

Magadir Ya Ghalbil Ala

Magadir Witsumbil Ala

Magadir Ya Ghalbil Ala

Magadir Witsumbil Ala

Magadir Witsumbil Hayati

Masawi Lakmanal Hana

Magadir Witsumbil Hayati

Masawi Lakmanal Hana

Magadir Magadir

Koor.

Magadir Ya Ghalbil Ala

Magadir Witsumbil Ala

Magadir Ya Ghalbil Ala

Magadir Witsumbil Ala

Magadir Witsumbil Hayati

Masawi Lakmanal Hana

Magadir Witsumbil Hayati

Masawi Lakmanal Hana

Magadir Magadir

Ala Mi’ad Dahilna-Dahilna Wa Farohkuna

Wukun Nab’aad Aisna Aisna Al Amal Hilna

Ala Mi’ad Dahilna-Dahilna Wa Farohkuna

Wukun Nab’aad Aisna Aisna Al Amal Hilna

Wakanil Faroh Gharib

Waisril Amal Magadir

Wakanil Faroh Gharib

Waisril Amal Magadir Magadir

Koor.

Magadir Ya Ghalbil Ala

Magadir Witsumbil Ala

Magadir Ya Ghalbil Ala

Magadir Witsumbil Ala

Magadir Witsumbil Hayati

Masawi Lakmanal Hana

Magadir Witsumbil Hayati

Masawi Lakmanal Hana

Magadir Magadir

Melodi

Alayya Lil Hawa Kaefa Maha Batihun

Kaefan Nawa Iqdal Wafsi Lil Uyun

Alayya Lil Hawa Kaefa Maha Batihun

Kaefan Nawa Iqdal Wafsi Lil Uyun

Alayya Lil Hawa Kaefa Maha Batihun

Kaefan Nawa Iqdal Wafsi Lil Uyun

Alayya Lil Hawa Kaefa Maha Batihun

Kaefan Nawa Iqdal Wafsi Lil Uyun

Nadoal Hanin Wahna Sinin

Nadoal Hanin Wahna Sinin

Aisna Aisna Ya Gholbi Hazib Magadir

Koor.

Magadir Ya Ghalbil Ala

Magadir Witsumbil Ala

Magadir Ya Ghalbil Ala

Magadir Witsumbil Ala

Magadir Witsumbil Hayati

Masawi Lakmanal Hana

Magadir Witsumbil Hayati

Masawi Lakmanal Hana

Magadir Magadir

MASKALNI (WAWELO)

Yudan danilli dani dani wawelo...
Yudani danilli dani dani wawelo... 
Yudan danilli dani dani wawelo... 
Ab ad’anni sya’iya umri wa ghannelo

Idza lis shartik ya ghairik tisma’ni wit tara’i
Laa tistikili hanila bil wi yudra i
Hadzal wafa wasshara hassa siyat tiba’i
Wawili galbi minattiba’i ayyawelo...

Daihat aleil sahwaik sakin fi lijbati
Ya zamla wa tharri galbi hayyatis hi ‘alaik
Akkil masya irtik hitlik inta syablani
Intal muhib illina ma yusahhi bib bibilo...

KATABNA
Katabna wama katabna wayam syarih makaatabna 2 x
Katabna miyyit makthuuf
Lahallik madza wabna

Innani mathlu maduuf biba’at maathobaait
Syuallik ya mahbuuki maghoiyyir bisyahrir
Akhir marrot laa aina
Shof baina watarot laina
An kulak za’alan ‘alaina aqalley leila tubda

Bit tadzkir lamma ‘atar bat wiyya’ thollaiyyi’iid
La ta’rif kaifal bisharu thoruthi rimayi’iid
Wam annis hennis henne
Dzaris tamkenis menne
Yuallis liya maskene wa nartub na’ma tubda

Saralil wahanna masaraina
Wagissu bahanna madhoroina
Saralil wahanna masaraina
Wagissu bahanna madhoroina

Haba’ib watajma’nal mawaddah
Assallah lay hoyir ‘alaina
Assallah lay hoyir ‘alaina

Nisyunik ti’addzaakol amani
Wakilly minis waaghah yuan
Nisyunik ti’addzaakol aman
Wakilly minis waaghah yuan

Ana mahma jadzabu na’thoni
Habibi min surughin nahamfina
Habibi min surughin nahamfina

Malakanil mutibah wil muhabbah
Waladani mukani wasthi gholbah
Malakanil mutibah wil muhabbah
Waladani mukani wasthi gholbah

Hazzin idza ma’ruf wadorrobah
Mahibbah walau yu’zal ‘alaina
Mahibbah walau yu’zal ‘alaina

ZAFIN MELAYU

Pohonan bambu sesak berduri 2x
semutlah hitam berbaris-baris 2x
duhai hatiku berseri 2x
kalau melihat sihitam manis 2x

Diwaktu malam terdengar jangkrik 2x
bulan purnama tampak sinarnya 2x
kalaulah dia sedang melirik 2x
pastilah dia ada maunya 2x

Banyaklah ikan main dirawa 2x
oh anak udang di balik karang 2x
rasanya badan tidak bernyawa 2x
kalau tak dapat adik seorang 2x

Kelapa muda manis rasanya 2x
bunga melati tumbuhnya mekar 2x
apakah dia ada yang punya 2x
maksudlah hati ingin melamar 2x


FII HUBBI

Fii hubbi sayyidinaa Muhammad
nurullibad rilhudaa mutamam
Qolbii yahinnu illa Muhammad
mazalaa miwwuzdihii mutayyam

Malihabii bun siwaa Muhammad
khoirorrosuu linnabiyyil mukarrom
syaukul muhibbi ilaa muhammad
afnaa hu tsumma bihii tahayyam

Fil hasyrii syafii’unaa muhammad
mungjil kholaa ikimin jahannam
miilaadu sayyidinaa Muhammad
ummul kuroo balladummu’azzoom

Ahyaddu ja zaa mana Muhammad
maulhu sallamahu wakallam
‘aduka ahmaduy yaa muhammad
yaa sayyidarrosulill muqoddam

Isyfa’alaiiohi yaa Muhammad
yaumal kiyaamati kai’una’am
arjusya fa’ataa mimmuhammad
lau kuntu artakibul muharrom

YA RAIT

Ya reit fihabbiha Wama yu kholli hadaiha kiha
Basyihad dumu ainaya Wa’dilla albi bidaya

Ya reit fihabbiha Wama yu kholli hadaiha kiha

Basyihad dumu ainaya Wa’dilla albi bidaya
Ma’hub mil umri ba’tiha
Ba’tiha... ana ba’tiha...

®Ya reit bitto’rif syuf hibbat
Shalaita ahza bihubbak
Ya a’lifi’ruh sufli albak
Nahdubu ana faqir fiha

Ya reit bitto’rif syuf hibbat
Sa ‘ali ta’za bihubbak
Ya alfi’ruh sufli albak
Tahtubula faqir fiha.......... 2x
Anama khukmil umri ba’tiha
Ba’tiha... ana ba’tiha....

Ya reit bitto’riq su sholli
Dzatillima lissi gholli
Al ilwisa roha halli
Shollaitaumu ‘ati fiha..........3x
Anama khukmil umri ba’tiha
Ba’tiha... ana ba’tiha....